Jakarta – Perekonomian Indonesia mencatatkan kinerja makro yang impresif dengan mencetak pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal pertama tahun 2026. Capaian gemilang ini berhasil melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional sekaligus membuktikan daya tahan ekonomi domestik di tengah tingginya ketidakpastian dan volatilitas pasar keuangan global.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari tren stagnasi pertumbuhan ekonomi 5 persen yang membayangi beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi kuartal ini ditopang secara signifikan oleh lonjakan konsumsi pemerintah yang tumbuh mencapai 21,81 persen, didorong oleh akselerasi realisasi belanja pegawai seperti pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara regional, wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi motor penggerak utama dengan mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 7,93 persen, diikuti oleh wilayah Sulawesi dan Jawa.
