mikirinvestasi.com – Huayou Group, raksasa industri bahan baku baterai kendaraan listrik global asal China, resmi mengakuisisi PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) dan menguasai PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN). Langkah ini merupakan bagian dari strategi raksasa China itu menguasai rantai pasok hulu mineral kritis Indonesia, mulai dari nikel, tembaga, hingga emas, di tengah lonjakan permintaan kendaraan listrik global.
Aksi korporasi terbaru Huayou di Indonesia dilakukan melalui dua entitas afiliasinya. Dragonmine Mining, perusahaan yang dimiliki oleh Huayou Hongkong Limited, mengakuisisi 80% saham BLUE pada Februari 2026. Sebelumnya, pada Desember 2025, Ruby Mining Ltd (afiliasi Huayou Holdings Group) mengakuisisi 86% saham KDTN. Akuisisi ini memungkinkan Huayou Group untuk memanfaatkan status perusahaan terbuka dari kedua emiten sebagai jalur pendanaan yang lebih cepat guna membiayai proyek hilirisasi mineral di Indonesia.
Kepemilikan Huayou Group di Indonesia pun kian solid. Grup global yang telah melantai di bursa China ini memiliki lima pilar bisnis yang mencakup seluruh rantai industri material baterai lithium-ion. Saat ini, aset Huayou Holdings Group di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp180 triliun. Ekspansi agresif ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia yang ingin mengembangkan ekosistem baterai EV terintegrasi nasional.
“Langkah ini merupakan sinyal kuat konsolidasi industri nikel, tembaga, dan emas di Indonesia oleh pemain global,” ujar Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Indonesia, Ezaridho Ibnutama, seperti dikutip Sindonews (24/2/2026). “BLUE berpotensi mengubah haluan model bisnisnya pasca perubahan pengendali.”
Langkah Huayou juga terjadi di tengah gejolak sektor nikel global. Pemerintah Indonesia memangkas kuota produksi nikel 2026 menjadi sekitar 260-270 juta ton, turun lebih dari 30% dari realisasi 379 juta ton pada 2025. Sementara itu, berdasarkan data CREA, sekitar 83% produksi nikel Indonesia tahun 2025 masih terserap industri baja tahan karat, sementara hanya 17% yang masuk ke produksi baterai EV. Ini menunjukkan masih ada ruang ekspansi untuk mineral bernilai tambah tinggi.
Selain nikel, pergerakan Huayou juga menyasar komoditas tembaga dan emas. Indonesia adalah rumah bagi tambang tembaga emas Grasberg yang merupakan salah satu cadangan tembaga terbesar dunia dan tambang emas terbesar kedua global. Dengan akuisisi KDTN yang sebelumnya bergerak di bisnis perhotelan rest area, para analis memprediksi perusahaan akan bertransformasi fundamental ke bisnis pertambangan nikel, tembaga, dan emas.
