Indeks

Rencana Kenaikan Royalti Minerba Tekan IHSG, Saham Sektor Tambang Berguguran

Rencana Kenaikan Royalti Minerba Tekan IHSG, Saham Sektor Tambang Berguguran

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami kontraksi tajam sebesar 2,86 persen dan terlempar ke level 6.969,39 pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026). Kejatuhan parah indeks saham ini didorong oleh aksi jual massal merespons rencana drakonian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan menaikkan tarif royalti secara agresif untuk sejumlah komoditas mineral andalan.

Regulasi baru yang ditargetkan mulai berlaku efektif pada Juni 2026 ini langsung memukul mundur valuasi emiten-emiten di sektor pertambangan logam dasar. Saham PT Timah Tbk (TINS) terpantau anjlok paling parah hingga menyentuh batas bawah sebesar 14,88 persen. Pelemahan tersebut diikuti oleh rontoknya saham nikel raksasa, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang merosot tajam 13,89 persen, dan emiten pelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang terkoreksi sedalam 6,44 persen. Analis pasar modal menilai perubahan skema tarif royalti yang didasarkan pada penyesuaian interval harga acuan mineral ini akan secara langsung menggerus persentase margin keuntungan kotor dari perusahaan tambang yang berorientasi pada ekspor komoditas mentah.

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version