JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk ($INET) secara resmi mengakhiri masa penawaran tender wajib (mandatory tender offer) atas kepemilikan saham publik PT Personel Alih Daya Tbk ($PADA) pada hari ini, Jumat, 17 Juli 2026. Aksi korporasi yang dipatok di level Rp63 per saham ini dieksekusi guna memenuhi mandat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyusul tuntasnya pengambilalihan 53,57% saham PADA senilai Rp106,4 miliar pada bulan Februari lalu.
Dalam penawaran kali ini, manajemen INET membidik penyerapan maksimal sebanyak 900 juta lembar saham publik yang beredar di pasar. Angka tersebut merepresentasikan 28,57% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh PADA. Guna merealisasikan penyerapan tersebut, perseroan telah mengalokasikan dana maksimal hingga Rp56,7 miliar yang seluruhnya bersumber dari kas internal perusahaan.
Nilai penawaran Rp63 per saham terbukti memberikan margin premium bagi investor publik, mengingat harga tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian PADA selama 90 hari sebelum tanggal pengumuman pengambilalihan yang berada di kisaran Rp59,1. Penyelesaian pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi dijadwalkan akan jatuh pada 21 Juli 2026.
Sebagai upaya menjaga stabilitas kepercayaan investor, manajemen INET telah memberikan jaminan tertulis mengenai masa depan PADA. Perseroan menegaskan tidak memiliki rencana untuk melakukan delisting (penghapusan pencatatan saham), go private (menjadi perusahaan tertutup), ataupun likuidasi pasca-rampungnya tender wajib ini.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa langkah struktural ini esensial bagi strategi ekspansi perseroan. “Pelaksanaan tender wajib merupakan tindak lanjut atas transaksi akuisisi yang telah diselesaikan pada awal Februari. Akuisisi PADA dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis INET,” tegas Muhammad Arif dalam keterangan resminya yang dikutip dari portal berita finansial Ipotnews.
Apabila seluruh porsi saham publik sebesar 28,57% terserap pada penutupan hari ini, total kepemilikan INET atas saham PADA akan terkonsolidasi menjadi 82,14%. Dominasi ini diproyeksikan bakal mempercepat sinergi antara bisnis layanan infrastruktur telekomunikasi INET dengan sistem pengelolaan sumber daya manusia milik PADA secara nasional.
