JAKARTA – PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk. (kode emiten: BESS) resmi mengumumkan keterbukaan informasi terkait rencana transaksi material berupa perubahan kegiatan usaha pada Rabu (15/7/2026) pukul 22:40 WIB. Langkah strategis emiten transportasi laut ini ditandai dengan penyesuaian dan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk mendukung proyek pembangunan serta pengoperasian satu unit kapal Phinisi berkapasitas GT-540.
Melalui laporan resmi nomor 588/BNM-PST/VII/2026 yang dirilis ke publik, Direktur BESS, Yuliana, menjelaskan bahwa emiten bermaksud memperluas operasional bisnisnya. Manajemen kini merambah segmen penumpang dengan menambahkan KBLI 50111 yang mencakup Angkutan Laut Liner dan Tramper Penumpang, mendampingi fokus utama terdahulu pada angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan khusus.
Ekspansi usaha ke sektor pariwisata bahari tersebut didukung penuh oleh hasil penilaian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dedy, Arfin, Nazir dan Rekan. Berdasarkan laporan studi kelayakan final, pihak penilai menyatakan secara resmi bahwa rencana transaksi material dan perubahan haluan bisnis BESS ini berada dalam kategori wajar dan layak untuk dieksekusi.
Dari sisi kelayakan investasi, data statistik Feasibility Study (FS) memproyeksikan performa proyek baru yang cukup menjanjikan. Proyek kapal Phinisi GT-540 ini tercatat menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp5.982.875.988 dengan tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return/IRR) mencapai 20,34%, indeks profitabilitas (Profitability Index) di angka 1,34, serta periode pengembalian modal (Payback Period) selama 4 tahun 9 bulan.
Untuk memuluskan langkah perubahan kegiatan usaha ini, manajemen BESS dijadwalkan segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna memperoleh restu dari para pemegang saham. Agenda krusial tersebut rencananya akan diselenggarakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Harris Suites FX Sudirman, Jakarta.
