Indeks

Lelang Frekuensi Jumbo 260 MHz Resmi Digelar, Tiga Raksasa Berebut Jalan Tol 5G

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menggelar proses lelang pita frekuensi radio raksasa sebesar 260 MHz di spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz pada kuartal kedua tahun 2026. Aksi lelang terbesar dalam sejarah seluler Indonesia ini diperebutkan oleh tiga raksasa telekomunikasi nasional, yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, guna mengakselerasi pemerataan internet berkecepatan tinggi dan perluasan jaringan 5G di seluruh pelosok negeri.

Lelang frekuensi ini mencakup lebar pita 70 MHz di frekuensi 700 MHz yang sangat efisien untuk jangkauan luas (coverage), serta 190 MHz di frekuensi 2,6 GHz yang ideal untuk peningkatan kapasitas data (capacity). Alokasi ini menyertakan kewajiban bagi operator untuk menyebarkan jaringan 4G di wilayah pedesaan dalam lima tahun ke depan serta pemancaran 5G di wilayah perkotaan sasaran, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Tahapan pengambilan akun e-Auction telah dirampungkan, dengan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) secara berurutan telah mengunduh dokumen seleksi.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Daniel Widjaja dan Wilbert Arifin, memproyeksikan tambahan spektrum ini ibarat “jalan tol” yang akan mendongkrak muatan data seluler secara signifikan. Dalam skenario dasar, Telkomsel diperkirakan mengamankan 30+80 MHz, disusul EXCL 20+60 MHz, dan ISAT 20+50 MHz. Momentum aksi korporasi jumbo ini memicu katalis sentimen yang positif di lantai bursa. Ketahanan prospek sektor ini turut diakui oleh analis Kiwoom Sekuritas, yang memasukkan saham ISAT ke dalam daftar rekomendasi saham pilihan dengan target harga yang diproyeksikan dapat menyentuh level Rp2.030 hingga Rp2.090 per lembar saham.

Para pelaku industri merespons antusias langkah strategis pemerintah di tengah penetrasi perangkat keras 5G yang mulai menyentuh angka 20 persen di tengah masyarakat. Director and Chief Regulatory Officer EXCL, Merza Fachys, mendesak agar proses lelang ini dieksekusi secepat mungkin. “Dengan spektrum baru, maka kami harapkan akan mempunyai kapasitas dan kualitas yang akan jauh lebih baik,” tegas Merza. Harapan serupa diungkapkan Director & Chief Business Officer Indosat, Muhammad Buldansyah, yang menekankan pentingnya penetapan harga yang kompetitif guna menekan biaya regulasi operasional (regulatory cost) perseroan di masa mendatang.

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version