Indeks

Cegah Ledakan Harga Minyak Dan Gas akibat Perang Iran, AS Lepas 53,3 Juta Barel Minyak Darurat

mikirinvestasi.com – Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Energi mengambil langkah agresif dengan melepaskan 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) ke pasar global pada awal pekan ini. Intervensi mendesak ini dieksekusi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjinakkan lonjakan harga bahan bakar yang dipicu oleh eskalasi perang dengan Iran serta blokade di jalur vital Selat Hormuz.

Dalam lelang terbaru yang dilaporkan oleh Bloomberg, pasokan minyak darurat tersebut didistribusikan kepada sejumlah raksasa energi multinasional. Perusahaan perdagangan Trafigura Group tercatat menyerap porsi terbesar hingga hampir 13 juta barel, yang kemudian diikuti oleh perusahaan kilang Marathon Petroleum Corp dan Exxon Mobil. Suntikan volume terbaru ini mengantarkan total akumulasi minyak darurat yang telah dilepas AS mencapai 133,1 juta barel. Angka tersebut bergerak sangat cepat mendekati target akhir 172 juta barel yang diinstruksikan pemerintah untuk menstabilkan kepanikan pasar.

Manuver darurat Washington ini merupakan respons langsung terhadap guncangan rantai pasokan historis di kawasan Timur Tengah. Pemadaman aliran minyak mentah secara global akibat penutupan Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan parah yang menyentuh angka puncak sebesar 9,1 juta barel per hari pada bulan April lalu. Situasi pasokan yang kian ketat ini memaksa harga minyak mentah acuan dunia meroket tajam, di mana minyak Brent merangkak naik hingga menyentuh level USD 104,51 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bertengger di angka USD 98,38 per barel.

Menanggapi defisit persediaan yang memburuk, Head of Crude Research di S&P Global Energy, Jim Burkhard, melontarkan peringatan keras. Dalam analisisnya yang dipublikasikan oleh Financial Times, ia menegaskan bahwa pasar saat ini kehilangan pasokan dalam skala masif dan jauh di atas rentang fluktuasi normal. “Perhitungan pasar yang tak terelakkan sedang mendekat. Tingkat harga minyak mentah yang lebih tinggi masih akan datang,” tegas Burkhard.

Dengan ketegangan geopolitik yang belum menunjukkan titik terang, pelepasan cadangan darurat raksasa oleh Amerika Serikat kini menjadi salah satu instrumen pertahanan utama untuk menekan potensi lonjakan inflasi energi yang mengancam stabilitas perekonomian global.

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version