Indeks

Penurunan Nilai Mata Uang Rupee Imbas Perang Iran: India Bersiap Batasi Impor Emas dan Naikkan Harga BBM

mikirinvestasi.com – Pemerintah India tengah menyiapkan serangkaian langkah darurat pada pekan ini untuk menahan kejatuhan nilai tukar rupee dan melindungi cadangan devisa nasional yang tergerus akibat lonjakan harga energi imbas perang Iran. Pertemuan tingkat tinggi antara Kantor Perdana Menteri, Kementerian Keuangan, dan Reserve Bank of India saat ini sedang mematangkan opsi pembatasan impor barang nonesensial serta rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Keputusan drastis ini didorong oleh memburuknya defisit Neraca Pembayaran (Balance of Payments) India yang diproyeksikan melonjak tajam menyentuh USD 66 miliar hingga USD 70 miliar pada tahun fiskal ini. Angka ini melompat jauh melampaui estimasi awal yang hanya berkisar antara USD 26 miliar hingga USD 28 miliar. Pembengkakan masif ini merupakan imbas langsung dari postur energi India yang rentan, di mana negara tersebut bergantung pada impor untuk memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan minyak mentahnya di tengah guncangan pasokan global.

Sebagai intervensi preventif, Perdana Menteri Narendra Modi secara langsung mengimbau masyarakat untuk menghentikan pembelian perhiasan emas selama satu tahun ke depan. Pernyataan ini memicu sentimen negatif di pasar saham pada awal pekan, yang menyebabkan nilai saham perusahaan ritel perhiasan raksasa seperti Titan, Senco Gold, dan Kalyan Jewellers anjlok antara 6 hingga 8 persen.

Selain imbauan langsung, pemerintah juga mempertimbangkan pembalikan kebijakan tarif secara agresif. Pada tahun 2024, New Delhi sempat menurunkan bea masuk emas dari 15 persen menjadi 6 persen untuk menekan penyelundupan, namun pelaku pasar kini bersiap menghadapi pengetatan kembali. Bersamaan dengan itu, penaikan harga BBM yang tengah dibahas akan menjadi langkah penyesuaian harga pertama sejak pecahnya perang, dengan tujuan utama mengerem konsumsi domestik.

Sekretaris Nasional India Bullion and Jewellers Association, Surendra Mehta, menyoroti potensi tekanan dari kebijakan ini. Dalam pernyataannya yang dipublikasikan pertama kali oleh Reuters, ia menegaskan, “Terdapat kekhawatiran bahwa pemerintah mungkin akan menaikkan bea masuk emas secara tajam selama satu tahun untuk mencegah impor. Bea masuk bisa dinaikkan lebih tinggi dari tingkat yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir”.

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version