Indeks

Guncangan Pasar Berlanjut: FTSE Russell Siap Tendang Saham HSC ke Valuasi Nol pada Juni 2026

mikirinvestasi.com — Lembaga penyedia indeks global, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell, resmi mengumumkan rencana penghapusan saham-saham emiten Indonesia yang berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari keranjang indeksnya pada evaluasi bulan Juni 2026 . Keputusan mendesak ini dirilis melalui pengumuman resmi pada Rabu (13/5/2026), sebagai langkah tegas dalam merespons struktur kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia yang dinilai menghambat likuiditas dan kurang transparan bagi investor global .

Dalam evaluasi terbarunya, FTSE Russell akan mendepak saham-saham yang masuk dalam radar pengawasan HSC dan secara otomatis mematoknya pada valuasi harga nol (price of zero) . Kebijakan drastis untuk membekukan nilai saham terdampak ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada pembukaan perdagangan bursa hari Senin, 22 Juni 2026 . Langkah tersebut langsung membidik stabilitas sejumlah emiten berkapitalisasi raksasa yang selama ini mendominasi pasar. Data statistik kepemilikan mencatat bahwa emiten seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat ekstrem hingga mencapai 97,31 persen, sedangkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berada di angka 95,76 persen.

Lebih jauh dari sekadar aksi pencoretan saham terkonsentrasi, penyedia indeks utama ini juga memutuskan untuk memperpanjang masa observasi pasar secara menyeluruh. FTSE Russell menetapkan penundaan pemeringkatan ulang status pasar modal Indonesia serta menahan inklusi masuknya saham-saham baru hasil penawaran umum perdana (IPO) hingga setidaknya proses reviu pada September 2026 . Sebagai imbasnya, untuk periode tinjauan Juni ini, penyesuaian hanya akan difokuskan secara terbatas pada pembaruan patokan klasifikasi industri (ICB), jumlah saham beredar, serta perubahan free float kuartalan .

Kombinasi tekanan beruntun dari lembaga indeks global ini diproyeksikan akan terus menguji ketahanan likuiditas bursa domestik. Mengutip pernyataan resmi dari dokumen evaluasi FTSE Russell yang pertama kali dilansir oleh Bloomberg Technoz, lembaga tersebut menekankan prinsip perlindungan integritas pasar. “Untuk memastikan integritas indeks, FTSE akan menghapus saham-saham yang terdampak menjadi ke harga nol dalam reviu Juni, efektif berlaku pada 22 Juni,” sebut otoritas FTSE Russell . Pemantauan intensif diyakini akan terus berlangsung seraya berkoordinasi dengan otoritas terkait hingga standar kelayakan investasi sepenuhnya terpenuhi .

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version