mikirinvestasi.com – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, diguncang pengunduran diri Direktur Utama Gilarsi Wahju Setijono pada Rabu, 13 Mei 2026. Pengunduran diri yang mengejutkan ini baru akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026.
Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (14/5/2026), menyatakan hormat dan apresiasi atas keputusan serta kontribusi Gilarsi. Anindya menegaskan bahwa Dewan Komisaris akan memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
“Yang terpenting, arah strategis VKTR tetap kuat dan berkesinambungan. Perusahaan akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis, penciptaan nilai jangka panjang, serta komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anindya.
Meskipun masa kepemimpinan Gilarsi diwarnai pencapaian seperti peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang oleh Presiden Prabowo pada 9 April 2026, pengunduran dirinya terjadi di tengah kondisi fundamental perusahaan yang kurang menggembirakan. Berdasarkan laporan keuangan 2025, VKTR membukukan pendapatan Rp1,09 triliun, namun harus menanggung kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,37 miliar, berbalik dari laba Rp7,57 miliar pada tahun sebelumnya.
Selain pergantian pimpinan, VKTR juga akan meminta persetujuan aksi korporasi rights issue pada RUPS 19 Mei 2026 dengan target menghimpun dana segar. Perusahaan sendiri menjamin operasional bisnis dan fokus strategis dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional tidak akan terdampak oleh perubahan di jajaran manajemen puncak in







