mikirinvestasi.com – Emiten pengembang kawasan industri dan properti, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), secara resmi mengumumkan langkah strategis berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada Rabu (13/5/2026). Aksi korporasi ini diinisiasi secara spesifik untuk mengakomodasi pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (MESOP), yang diproyeksikan akan memperkokoh struktur permodalan sekaligus meningkatkan retensi talenta internal perseroan.
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi teranyar yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, manajemen Surya Semesta Internusa memaparkan bahwa penerbitan saham baru ini akan membawa dampak langsung terhadap penambahan modal perusahaan, meski secara paralel akan meningkatkan beban kompensasi karyawan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Rencana aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan final kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026 mendatang.
Dalam agenda rapat tersebut, perseroan membidik restu untuk menerbitkan saham baru dalam jumlah yang sangat masif. Manajemen mengusulkan alokasi khusus untuk program MESOP sebanyak-banyaknya 34,32 juta lembar saham atau 0,2 persen dari modal disetor. Lebih dari itu, SSIA juga bersiap mengeksekusi PMTHMETD dengan volume mencapai maksimal 1,68 miliar lembar saham, yang merepresentasikan 9,8 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Manuver penggalangan modal ini meluncur tepat pada saat perseroan tengah menikmati momentum kebangkitan kinerja finansial yang impresif. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, SSIA sukses membalikkan keadaan dari kerugian menjadi cetak laba bersih sebesar Rp89 miliar yang ditopang kuat oleh lonjakan pendapatan operasional sebesar 35 persen secara tahunan. Terkait dampak langsung dari kebijakan emisi saham ini terhadap neraca, Corporate Secretary SSIA, Yulean, memberikan penegasan transparansi dalam dokumen resminya. “Setelah dilaksanakan PMTHMETD untuk Program MESOP, maka beban karyawan meningkat sesuai dengan tahap pelaksanaan Program MESOP,” jelas Yulean.







