Suntik Likuiditas Pasar, Telkom Siapkan Buyback Saham Rp 1 Triliun Jelang RUPST 8 Juni 2026

mikirinvestasi.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai mencapai maksimal Rp1 triliun. Manuver strategis ini akan dimintakan persetujuan final kepada para investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung secara elektronik pada 8 Juni 2026.

Langkah buyback ini dirancang untuk menyasar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus American Depositary Receipt (ADR) di New York Stock Exchange (NYSE). Pelaksanaan pembelian kembali tersebut diproyeksikan akan berlangsung secara bertahap selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Perseroan memberikan jaminan bahwa pendanaan aksi ini bersumber penuh dari kas internal perusahaan, dengan batas pembelian maksimal 10 persen dari modal disetor. Telkom juga berkomitmen untuk menjaga porsi saham publik (free float) tetap berada di atas ambang batas 15 persen guna memastikan kelancaran likuiditas pasar tetap terjaga.

Selain permohonan restu buyback, RUPST mendatang juga akan mengupas persetujuan laporan keuangan, pembagian dividen dari laba bersih, hingga perombakan susunan pengurus perseroan. Pengumuman rencana ini muncul mengiringi rilis kinerja keuangan tahun buku 2025 yang tengah menghadapi dinamika. Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun, sementara laba bersih merosot 20,5 persen secara tahunan menjadi Rp17,8 triliun akibat tingginya beban percepatan depresiasi serta kebijakan penyesuaian akuntansi. Kendati demikian, perseroan tetap berhasil mencatatkan Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen dengan margin EBITDA yang tergolong solid di level 49,2 persen.

Aksi korporasi ini dinilai sebagai langkah taktis untuk menumbuhkan kembali ekspektasi pasar dan mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek valuasi jangka panjang. Terkait arah perbaikan fundamental tersebut, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dalam pernyataan resminya yang dikutip oleh Bareksa, menegaskan komitmen kuat perusahaan terhadap kerangka strategi TLKM 30. “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0