Manuver Geopolitik Beijing: Usai Jamu Trump, Xi Jinping Bersiap Sambut Kedatangan Putin

mikirinvestasi.com — Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan akan melangsungkan kunjungan satu hari ke Beijing, China, pada 20 Mei mendatang , . Lawatan ini berselang hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump merampungkan kunjungan tiga harinya pada Jumat (15/5/2026), yang menciptakan momen historis langka di mana Beijing menjamu dua pemimpin negara adidaya dalam bulan yang sama di luar forum multilateral.

Langkah diplomasi beruntun ini secara langsung merefleksikan manuver Tiongkok dalam menjaga ekuilibrium hubungan antara Washington dan Moskwa di tengah polarisasi tatanan global , . Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak terkait jadwal pasti, agenda ini diproyeksikan murni sebagai kunjungan kerja rutin yang tidak akan diwarnai oleh parade maupun upacara penyambutan semeriah lawatan Trump sebelumnya. Menariknya, setelah kunjungan ini terealisasi, China akan tercatat sebagai negara pertama yang berhasil menerima seluruh pemimpin negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dalam rentang beberapa bulan terakhir.

Rencana pertemuan tingkat tinggi ini turut didorong oleh kuatnya fondasi ekonomi kedua negara yang terus meningkat di tengah gempuran sanksi Barat . Kemitraan strategis ini ditopang oleh kinerja perdagangan yang impresif. Berdasarkan data makroekonomi terbaru, nilai ekspor Rusia meroket 15,8 persen hingga mencapai USD 41,06 miliar pada Maret 2026, yang pada gilirannya mendorong pelebaran surplus perdagangan ke angka tertinggi dalam dua tahun yakni USD 13,97 miliar.

Menanggapi kepastian agenda tersebut, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memberikan afirmasi kuat kepada publik. Dalam keterangan persnya yang pertama kali dilaporkan oleh surat kabar South China Morning Post, Peskov mengonfirmasi bahwa pertemuan antara Putin dan Xi Jinping sudah berada dalam tahap finalisasi.

“Kami akan segera mengumumkannya. Kunjungan ini sedang dipersiapkan. Dapat dikatakan persiapannya sudah selesai, hanya tinggal sentuhan akhir. Ini akan berlangsung dalam waktu dekat,” tegas Peskov. Peskov juga menegaskan bahwa kepemimpinan Rusia tetap menjadwalkan komunikasi strategis ini terlepas dari hasil maupun dinamika kunjungan pemimpin AS di Beijing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0