mikirinvestasi.com – Pemerintah memutuskan untuk mempercepat implementasi mandatori biodiesel B50 pada 1 Juli 2026, sebuah langkah yang bertujuan mengakhiri impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, keputusan tersebut menimbulkan dilema baru di sektor pangan karena peningkatan kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) domestik berpotensi menekan pasokan untuk minyak goreng, yang belakangan ini sudah mulai menyumbang inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat minyak goreng menjadi salah satu penyumbang inflasi April 2026 dengan andil 0,05 persen. Pada saat bersamaan, harga referensi CPO untuk penetapan bea keluar periode Mei naik menjadi US$1.049,58 per ton, meningkat 6,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga ini memperpanjang tren penguatan sejak awal tahun yang ditopang oleh permintaan energi nabati dan ketatnya pasokan global.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengungkapkan bahwa tambahan permintaan dari B50 justru dapat menjadi bantalan bagi harga dan serapan domestik. Menurutnya, arah harga CPO dalam tiga hingga enam bulan ke depan lebih ditentukan oleh situasi geopolitik dan harga minyak bumi. “Kalau perang berhenti, kemungkinan harga turun, tetapi turunnya tidak tajam,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (7/5/2026).
Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai tekanan harga CPO masih akan bertahan. “Ada beberapa faktor yang mendorong, mulai dari produksi yang tidak tumbuh signifikan, permintaan domestik meningkat karena B50, sampai keterkaitan dengan harga energi global,” jelasnya. Selama faktor-faktor itu bertahan, harga CPO diperkirakan tetap tinggi, dan efeknya akan menjalar ke harga minyak goreng domestik.
Di sisi lain, Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimistis bahwa kebutuhan B50 tidak akan mengganggu pasokan minyak goreng. Ia menilai produksi nasional yang meningkat dari 26 menjadi 32 juta ton menunjukkan bahan baku masih melimpah. “Ini ekspor kita dari 26 menjadi 32 juta ton. Berarti bahan baku melimpah. Jadi tidak seharusnya harga naik,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Amran menduga kenaikan harga di tingkat konsumen lebih disebabkan oleh masalah distribusi. Pemerintah pun memastikan tidak akan menaikkan harga eceran tertinggi minyak goreng dan menyiapkan penguatan peran BUMN di lapangan.
Adapun kapasitas produksi biodiesel nasional saat ini mencapai 17,6 juta kiloliter, yang dinilai menjadi modal utama mendukung implementasi awal B50 pada Juli 2026. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan uji teknis telah berjalan sejak Desember 2025 di berbagai sektor, mulai otomotif hingga pembangkit listrik. “Pada sektor otomotif, hasil sementara menunjukkan performa B50 tetap baik dan tidak ditemukan kendala teknis yang signifikan,” pungkasnya.












