mikirinvestasi.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (10/5/2026) secara tegas menolak proposal balasan Iran terkait kerangka perdamaian dan pembukaan Selat Hormuz, yang memicu ketidakpastian baru di tengah eskalasi militer yang kian meluas di kawasan Teluk.
Kebuntuan diplomasi ini berpusat pada penolakan rancangan memorandum kesepahaman (MOU) 14 poin yang dimediasi oleh Pakistan. Trump secara terbuka melabeli respons Teheran sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima”. Akar permasalahan utama bermuara pada program nuklir; Washington menuntut komitmen penghentian pengayaan dan penyerahan cadangan uranium, di mana pemantau PBB mencatat Iran saat ini memiliki lebih dari 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga level 60 persen.
Di tengah stagnasi diplomasi tersebut, krisis keamanan regional semakin memburuk dengan terungkapnya pangkalan militer rahasia Israel di kawasan gurun Irak. Fasilitas klandestin ini dibangun menjelang perang sebagai pusat logistik dan operasi penyelamatan untuk mendukung kampanye udara Israel terhadap Iran. Pasukan Israel bahkan dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap tentara Irak yang nyaris menemukan fasilitas tersebut pada awal Maret lalu, yang mengakibatkan tewasnya satu personel militer Irak. Mengomentari taktik ini, Kepala Perusahaan Intelijen Horizon Engage, Michael Knights, menyatakan, “Sangat wajar jika sebelum sebuah operasi, Anda melakukan pengintaian dan menyiapkan lokasi seperti ini.”.
Eskalasi konflik juga merambat cepat ke jalur maritim dan udara negara-negara tetangga. Qatar mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo komersial terbakar usai dihantam oleh serangan pesawat tak berawak (drone) di perairan teritorialnya. Insiden pelanggaran wilayah udara oleh drone juga dilaporkan secara bersamaan oleh otoritas Uni Emirat Arab dan Kuwait. Di saat tensi kawasan memuncak dan mengancam rantai pasok global, pemerintah Iran memastikan stabilitas komando mereka dengan mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei kini telah pulih sepenuhnya dari cedera tempurung lutut dan punggung yang dialaminya akibat serangan udara AS-Israel sebelumnya.







