Presiden Prabowo Tegaskan Pancasila Sebagai Fondasi Ekonomi dan Pemersatu Bangsa

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila merupakan pedoman fundamental dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional serta menjadi benteng pemersatu bangsa di tengah dinamika geopolitik global. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau slogan seremonial belaka. Pancasila lahir dari kristalisasi sejarah, budaya, dan cita-cita luhur bangsa Indonesia, sehingga harus diaktualisasikan dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam pembangunan sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Terdapat tiga poin fakta krusial dalam peringatan tahun ini. Pertama, Presiden secara tegas menyatakan kesiapan pemerintah untuk menghadapi resistensi dari kelompok pelaku praktik ekonomi ilegal, korupsi, dan penyelundupan yang dinilai menghambat transformasi ekonomi nasional. Kedua, Pancasila diposisikan sebagai instrumen krusial dalam menghadapi tantangan global seperti perang dagang dan rivalitas geopolitik. Ketiga, upacara tahun ini melibatkan formasi khusus 46 Paskibraka yang menyimbolkan lima sila dalam Pancasila.
Menanggapi visi tersebut, pengamat kebijakan publik menilai langkah Presiden sebagai upaya mengembalikan marwah ideologi negara ke dalam tataran praktis. “Pancasila harus menjadi kompas kebijakan ekonomi. Jika Presiden konsisten, maka setiap penyelewengan dalam sistem ekonomi nasional memang harus dibersihkan demi menjaga kedaulatan,” ujar sumber internal dalam liputan Bloomberg Technoz (1/6/2026).
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini berjalan dengan khidmat, dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional. Momentum ini menjadi penanda bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memperkuat integrasi nilai-nilai dasar negara dalam kebijakan strategis nasional. Presiden menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan sulit, meski penuh tantangan, adalah wujud tanggung jawab sejarah sebagai pemimpin bangsa dalam menjaga keberlangsungan masa depan generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-1586342767751139, DIRECT, f08c47fec0942fa0